Minggu, 08 November 2015

Software Pengolahan Database

Setelah sebelumya dibahas mengenai computer based information system (CBIS), kita mengetahui bahwa data yang didapat diolah oleh komputer menggunakan system atau aplikasi. Kali ini saya akan membahas mengenai beberapa aplikasi pengolahan database. Berikut adalah beberapa aplikasi tersebut.

1.      Firebird
Firebird merupakan salah satu aplikasi database yang lebih lengkap dari pada fitur pada MySQL, tidak seperti pada PostgreSQL yang selalu dapat dijalankan dan bekerja dengan baik pada sistem operasi Windows maupun Linux dan lainnya seperti 'varian Nix. Firebird menyediakan banyak fitur yang tersedia dalam database komersial, termasuk stored procedures, triggers, hot backups (backup sementara database berjalan). Firebird Database datang dalam dua variasi, server klasik dan server super.
Beberapa kemampuan dari open source DBMS ini antara lain :
Ø  Firebird dapat mendukung transaksi layaknya pada penggunaan aplikasi database berbayar lainnya. Pada sebuah proses transaksi aplikasi Firebird bisa di-commit atau di-rollback dengan mudah. Bahkan Firebird sudah mendukung fitur savepoint pada suatu transaksi dan Anda bisa melakukan rollback kembali ke savepoint yang Anda tentukan tadi (hal ini mirip seperti fasilitas pada aplikasi Oracle).
Ø  Firebird menggunakan sintaks standar untuk membuat sebuah foreign key.
Ø  Firebird mendukung row level locks, secara default Firebird menggunakan apa yang disebut dengan multi-version concurrency system. Artinya semua session pada database akan melihat data-data lama hingga data baru yang di-commit ke dalam database. Sebagai alternatif untuk proses locking juga dapat dipergunakan perintah select,for, update, with, dan lock.
Ø  Firebird mendukung stored procedure dan juga triggers dengan bahasa yang mudah dimengerti sehingga tidak membingungkan bagi Anda yang ingin belajar. Triggers pada Firebird mirip Triggers pada Oracle yaitu menggunakan before atau after insert, update atau delete.
Ø  Firebird dapat melakukan proses replikasi, teknik replikasi yang dimaksud adalah seperti konsep trigger yang selalu memonitor adanya operasi insert, update atau delete ke dalam database.
Ø  Firebird support dengan multiple data file, hal ini akan sangat berguna bagi para DBA (Database Administrator) untuk mengadministrasi sebuah atau beberapa database.
Ø  Library connection pada aplikasi Firebird sudah terdapat driver untuk ODBC, JDBC bahkan .NET database provider.

2.      DBDesign4: Aplikasi Pembuat Database
Salah satunya freeware database yang dapat dipergunakan adalah DBDesign4, aplikasi buatan dari fabForce.net ini dapat menggantikan fungsi dari Ms Access. DBDesign4 adalah sebuah visual database desain sistem yang terintegrasi dengan modeling, database desain, kreasi, perawatan yang disatukan dalam sebuah lingkungan. Software ini mengombinasikan profesional feature dengan user interface yang sangat familiar untuk menangani berbagai database.
a.       Fitur
Apa yang diharapkan dari sebuah database desainer? Semuanya ada di aplikasi ini. Mulai dari “reverse enginering” yang secara otomatis mengambil model yang sudah ada sampai modeling tool dan editor yang berfungsi sebagai alat sinkronisasi yang menerapkan perubahan model secara otomatis ke dalam database. Semua yang Anda butuhkan ada di sini.
Ø  Mode Desain dan Mode Query – Software ini mendukung dua pertukaran user interface, yaitu Mode desain yang biasa dipergunakan untuk membuat dan mengatur visual database model. Sementara itu, mode query dipergunakan untuk bekerja dengan tabel, membuat SQL query yang kompleks (biasanya dipergunakan untuk PHP), Kylix atau bahasa pemrograman lainnya.
Ø  Pluggin – Model database yang dibuat dengan DBDesign akan disimpan ke dalam format xml sehingga akan sangat mudah untuk dimodifikasi nantinya oleh berbagai pihak pengembang pluggin lainnya. Pengembangan pluggin dapat dilakukan oleh siapa pun sesuai kebutuhannya. DBDesign4 sendiri menyertakan beberapa pluggin bawaan yang siap dipergunakan.
Ø  Other Feature – Aplikasi ini juga memberikan beberapa fitur tambahan lainnya seperti Reverse engineering MySQL, Oracle, MSSQL, dan ODBC database lainnya, schema-generation yang ditentukan oleh user, sinkronisasi model database, dukungan indeks, standar penyimpanan dan sinkronisasi, kemampuan penuh untuk dokumentasi, model printing yang lebih baik, SQL query builder, sql command history, pluggin interface, koneksi database, dan masih banyak lagi fitur-fiitur menarik lainnya.
b.      Kesimpulan
Ini adalah aplikasi database yang powerfull yang dapat diperoleh secara gratis. pengguna dapat mempergunakan aplikasi ini untuk berbagai keperluan. Dengan format file xml, pengguna dapat dengan mudah memodifikasi dengan mempergunakan berbagai pluggin yang dikembangkan sendiri. Program ini dibuat oleh fabForce.net untuk orang yang terbiasa bekerja dengan aplikasi database. Tetapi ada baiknya sebelum mulai menggunakan aplikasi ini pengguna yang tidak memiliki keahlian dalam penggunaan aplikasi database membaca petunjuk penggunaannya terlebih dahulu. Penggunaan aplikasi ini lebih diperuntukan bagi yang telah biasa bekerja dengan database software. Daya tarik tambahan lainnya adalah DBDesigner4 tersedia secara gratis.

3.      MobiDB  Database Personal di Android
Perangkat android yang serba bisa dapat memungkinkan untuk membantu kehidupan sehari-hari. Saat ini sudah banyak aplikasi berbasis android yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal, salah satunya adalah MobiDB.
MobiDB ini membantu mengingatkan banyak hal yang terjadi dalam kehidupan. Bukan seperti diary, tapi lebih seperti satu wadah dimana pengguna bisa menyimpan semua hal menggunakan aplikasi tersebut dengan cara yang sistematis dan rapih. Misalnya untuk menyimpan schedule to do is, CD, buku, film, resep, pengeluaran, gaji dan berbagai catatan lain.
Aplikasi ini sudah memberikan banyak templates mengenai jenis database, ikon sampai pada tampilannya. Jadi pengguna menambahkan database tentang film, maka tinggal pilih ikon movies pada aplikasi dan ketika akan menambahkan form yang disediakan aplikasi akan menyediakan form yang relevan sesuai dengan jenis database  tadi. Jika ternyata dalam templates ikon belum ada, maka tersedia pilihan blank untuk mengkostum form database sendiri. Disitu disediakan berbagai toolbox yang akan sangat membantu.



Daftar Referensi
http://www.plimbi.com/review/12105/program-aplikasi-open-source (diakses pada 8 november 2015, 18.49 WIB)


Computer Based Information System (CBIS)

1.      CBIS (Computer Based Information System)
Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Pada kenyataannya, Sistem Informasi yang akurat dan efektif selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
CBIS adalah integrasi dari hardware, software dan manusia yang terorganisir dan di desain untuk memproduksi informasi yang akurat, singkat, dan terintegrasi untuk kebutuhan pengambilan keputusan.
Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada prakteknya tidak mungkin sistem informasi yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik jika tanpa adanya komputer. Sistem Informasi merupakan sistem pembangkit informasi. Dengan integrasi yang dimiliki antar subsistemnya, sistem informasi akan mampu menyediakan informasi yang berkualitas, tepat, cepat dan akurat sesuai dengan manajemen yang membutuhkannya.
CBIS memiliki beberapa kelebihan terutama jika digabungkan denga penggunaan teknologi lain sepert:
1.      Internet
Ø  Up to date dan dapat diakses dari mana saja
Ø  Interaktif
2.      Mobile Communications via satellites
Ø  Dapat digunakan secara global
Ø  Tidak memandang lokasi dari tiap pengguna
3.      Video Conferencing
Ø  Jarak dan waktu tidak menjadi masalah
4.      E-mail
Ø  Global dan tidak teraku pada lokasi
Ø  Dapat menyertakan file (attachments)
5.      Group working
Ø  Dapat digunakan oleh banyak pengguna yang menggunakan aplikasi yang sama dengan mudah


2.      Evolusi CBIS
Pada mulanya CBIS hanya berfokus pada data, tetapi CBIS makin berkembang dan digunakan dalam bidang lain.
a.       Berfokus pada Data
Sebelum munculnya computer, perusahaan mengabaikan pentingnya informasi yang dibituhkan oleh manager. Hal ini terus berlanjut hingga munculnya komputer pertama. Pada periode ini (berlanjut hingga tahun 60-an) aplikasi komputer disebut electronic data processing atau EDP. Sebutan ini sudah tidak berlaku lagi, dan ketika digunakan memiliki konotasi negatif yang berarti fungsi komputer terbatas hanya untuk memproses data accounting, bukan memproduksi informasi managemen.
b.      Berfokus pada Informasi
Beberapa orang yang memiliki pandangan ke depan seperti H. P. Luhn dan Stephen E. melihat bahwa komputer tidak hanya memiliki kemampuan untuk menghitung dan memproses data. Kemudian munculah system pada komputer yang kita ketahui sebagai information retrieval. Fungsi ini bukan digunakan untuk menghitung melainkan untuk menyimpan data spesifik seperti publikasi, data pengadilan, dan lain-lain. Sistem informasi turut berkembang seiring perkembangan komputer. Perusahaan juga mulai melirik komputer sebagai alat yang bisa membantu perkerjaan. Maka dari itu munculah management information system atau yang dikenal sebagai MIS.
c.       Berfokus pada Komunikasi
Seiring berkembangnya zaman, ketertarikan akan komputer berfokus pada aplikasi lain yaitu OA (Office Automatication). OA bertujuan untuk memfasilitasi komunikasi dan meningkatkan produksi diantara manager dan pegawai lainnya. Penggunaan OA mulai berkembang sejak IBM merilis Magnetic Tape/Selectrick Tape (MT/ST), sebuah mesin ketik yang dapat mengetik kata melalui magnetic tape.
d.      Berfokus pada Konsultasi
Artificial intelligence (AI) telah dikembangkan agar dapat diaplikasikan pada permasalahan bisnis. Dasarnya adalah komputer diprogram  untuk menampilkan logika yang sama dengan manusia. Spesial subclass dari AI yaitu expert system  menerima banyak perhatian karena dapat bekerja sebagai spesialis pada suatu area. Sebagai contoh expert system dapat memberikan bantuan managemen yang sama seperti yang diberikan konsultan managemen

3.      Lingkup data CBIS
a.       Hierariki data
Data adalah fakta mengenai objek, orang, hasil dari pengukuran atau pengamatan suatu variabel dan lain-lain yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, gambar, grafik, tabel ataupun gabungan dari semuanya yang dapat dicatat dan mempunyai arti yang implicit. Selain itu data juga memiliki tingkatannya tersendiri. Tingkatan tersebut antara lain:
1)      Field
Ø  Field merupakan implementasi dari suatu atribut data.
Ø  Field merupakan unit terkecil dari data yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna(meaningful data).
2)      Record
Ø  Gabungan sejumlah elemen data yang salang terkait.
Ø  Record merupakan koleksi dari field-field yang disusun dalam format yang telah ditentukan.
Ø  Istilah lain adalah baris atau tupel
3)      Berkas atau File
Ø  Himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama

b.      Pemrosesan data
Data yang sudah diperoleh selanjutnya diolal agar bisa menjadi informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Data dapat diolah dengan beberapa cara seperti:
Ø  Pengolahan Batch ;
Mengumpulkan data terlebih dahulu kemudian diproses sekaligus.
Ø  Pengolahan On-Line ;
Setiap data yang diinput langsung didapat output atau hasilnya.
Ø  Sistem Real Time ;
Sama seperti pengolahan On – Line, hanya saja data yang ada di update sesuai dengan perubahan waktu.

c.       Penyimpanan data
Data yang telah diolah selanjutnya disimpan untuk digunakan. Penyimpanan itu sendiri dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan penyimpanan berurutan (SASD) dan penyimpanan akses langsung (DASD).
Ø  Penyimpanan Berurutan / Sequential Access Storage Device (SASD)
Media penyimpan untuk mengisikan record yang diatur dalam susunan tertentu. Data pertama harus diproses pertama kali, data kedua diproses kedua kali, dst.
Ø  Penyimpanan Akses Langsung / Direct Access Storage Device (DASD)
Mekanisme baca atau tulis yang diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urut. Komputer mikro memiliki disk drive dan hard disk.




Daftar Referensi

McLeod, R. (1995). Management information system. New York: Macmillan Publishing Company.
Kadir, A. (2003). Pengenalan system informasi. Yogyakarta: ANDI.

Minggu, 11 Oktober 2015

# SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

Salah satu alat elektronik yang pasti dimiliki setiap orang saat ini adalah komputer. Hampir disetiap rumah kita bisa menemukan ini. Semua kantor pun menggunakan fasilitas teknologi ini. Segala hal bisa kita akses dari Komputer.
-Mega Surya, Penulispro.com-

Kutipan dari artikel tersebut memang benar adanya. Hampir setiap individu pasti menggunakan computer setiap harinya baik untuk bekerja hingga bermain. Computer yang pada awal penciptaannya merupakan alat berhitung ini dapat memproses informasi dengan kecepatan yang jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan manusia. Akan tetapi, sebenarnya system pemrosesan informasi pada computer dan manusia dapat dikatan serupa. Hal ini dapat dilihat dari arsitektur computer dengan struktur kognisis manusia.

1.      Arsitektur computer
Arsitektur Komputer lebih cenderung pada kajian atribut–atribut sistem komputer yang terkait dengan seorang programmer. Contohnya, set instruksi, aritmetika yang digunakan, teknik pengalamatan, mekanisme I/O. Sebagai contoh apakah suatu komputer perlu memiliki instruksi pengalamatan pada memori merupakan masalah rancangan arsitektural. Apakah instruksi pengalamatan tersebut akan diimplementasikan secara langsung ataukah melalui mekanisme cache adalah kajian organisasional.

Secara ringkas komputer menerima informasi dalam bentuk program dan data melalui unit input dan menyimpannya dalam memori. Informasi yang disimpan dalam memori diambil, di bawah kontrol program, ke unit aritmatika dan logika, di mana informasi tersebut diproses. Informasi yang terproses meninggalkan komputer melalui unit output. Semua kegiatan di dalam mesin tersebut diarahkan oleh unit kontrol.

·         Unit input
Komputer menerima informasi terkodekan melalui unit input, yang membaca data tersebut. Peralatan input yang paling terkenal adalah keyboard. Kapanpun suatu tombol ditekan, huruf atau digit yang sesuai secara otomatis ditranslasikankan menjadi kode biner yang tepat dan ditransmisikan melalui suatu kabel ke memori atau ke prosesor.
·         Memori
Fungsi unit memori adalah untuk menyimpan program dan data. Terdapat dua kelas  penyimpanan, primer dan sekunder. Penyimpanan primer adalah memori cepat yang beroperasi pada kecepatan elektronik. Program harus disimpan dalam memori tersebut pada saat dieksekusi.
·         Aritmatika dan Logika
Kebanyakan operasi komputer dieksekusi dalam unit aritmatika dan logika (ALU : arithme~o and logic unit) pada prosesor. Operasi aritmatika diawali dengan membawa operand yang diperlukan ke prosesor, di mana operasi tersebut dilakukan oleh ALU. Pada saat operand dibawa ke prosesor, operand tersebut disimpan dalam elemen Penyimpanan kecepatan tinggi yang disebut register. Tiap register dapat menyimpan satu word data. Waktu akses ke register lebih cepat daripada waktu akses ke unit cache tercepat dalam hierarki memori. Unit kontrol dan unit aritmatika dan logika jauh lebih cepat daripada peralatan lain yang terhubung ke sistem komputer. Jadi memungkinkan satu prosesor tunggal mengendalikan sejumlah peralatan eksternal seperti keyboard, display, disk magnetik dan optikal, sensor, dan kontroler mekanik. 
·         Output
Unit output adalah pasangan unit input. Fungsinya untuk mengirimkan hasil yang telah diproses ke dunia luar. Contoh yang paling umum dari peralatan tersebut adalah printer. Printer menggunakan mechanical head impact, inkjet stream, atau teknik fotokopi, seperti dalam printer laser. untuk melakukan pencetakan.
·         Kontrol
Unit memori, aritmatika dan logika, dan input dan output menyimpan dan mengolah informasi dan melakukan operasi input dan output. Operasi unit-unit tersebut harus dikoordinasi dengan beberapa cara. Kooordinasi adalah tugas dari unit kontrol.

2.      Struktur kognisi manusia
Neisser (dalam solso) mengatakan bahwa kognisi mengacu pada seluruh proses dimana input sensorik diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali dan digunakan. Secara singkat, Stimulus yang diterima oleh alat indra menjadi input dan masuk ke penyimpanan sensoris. Dari penyimpanan sensori stimulus yang diterima disaring. Dalam penyaringan ini sstimulus dipilah menjadi informasi yang penting dan tidak. Informasi yang penting kemudian dilanjutkan ke proses pengenalan pola sementara informasi yang tidak penting dibuang. Informasi kemudian diidentifikasi dalam proses pengenalan pola dan diseleksi. Setelah itu informasi masuk ke memori jangka pendek dan dikeluarkan sebagai output. Selain itu informasi juga disimpat kedalam memori jangka panjang untuk disimpan dan dipanggil kembali.






·         Penyimpanan sensoris
Bagian penyimpanan memori yang selama sepersekian detik memegang informasi sensori yang belum dianalisis dan memberi kesempatan bagi analisis tambahan yang mengikuti terhentinya stimulus.
·         Penyaringan
Bagian dari perhatian dimana beberpa informasi perceptual dihalangi dan tidak dikenali, sementara beberapa informasi lain menerima perhatian dan kemudian dikenali.
·         Pengenalan pola
Tahapan persepsi selama stimulus diidentifikasi
·         Seleksi
Tahap yang mengikuti pengenalan pola dan menentukan informasi mana yang akan diingat oleh seseorang.
·         Memori jangka pendek
Memori yang memiliki kapasitas terbatas dan hanya berlangsung selama 20-30 detik dalam keberadaannya.
·         Memori jangka panjang
Memori yang tidak memiliki batasan kapasitas dan berlangsung mulai dari hitungan menit hingga selamanya

Dari penjelasan arsitektur computer dan struktur kognisi manusia diatas dapat dilihat bahwa terdapat hubungan antara keduanya. Sperti yang disebutkan Ormerod dalam jurnalnya yang berjudud Human cognition and programming, bahwa arsitektur computer dan struktur kognitif memiliki hubungan, dilihat melalui melalui psikologi kognitif yang didasarkan pada metafora komputasional dimana manusia dilihat sebagai pemroses informasi yang mirip dengan computer. Selain itu struktur kognitif manusia menawarkan metode untuk memeriksa proses yang mendasari kinerja dalam tugas komputasi. Selain itu keduanya memiliki persamaan dimana stimulus atau data yang diterima kemudian dan diolah untuk menjadi respon atau output atau disimpan dalam memori untuk dipanggil kembali.

Walaupun memiliki hubungan dan persamaan, computer dan manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Seperti yang dikatakan oleh Solso, Machlin & Machlin (2007) apa yang mampu dilakukan computer dengan baik (melakukan operasi matematika dan logika dengan sangat cepat), pada umumnya tidak mampu dilakukan manusia dengan baik. Sebaliknya apa yang mampu dilakukan manusia dengan baik (menyusun generalisasi, membuat kesimpulan, memahami pola-pola yang kompleks, dan memiliki emosi) tidak mampu dilakukan computer dengan sempurna (bahkan kadang-kadang computer tidak mampu melakukannya sama sekali).

Daftar referensi
Ormerod, Tom.(1990). Human cognition and programing. psychology of programing pp. 63-82
Reed, Stephen K. (2011). Kognisi teori dan aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika
Solso, R, L. Machlin O, H. Machlin, M, K. (2007). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga
Surya, Mega. (2015). Ini Dia Teknologi Komputer Terbaru dan Tercanggih yang Super Banget!. http://penulispro.com/ini-dia-teknologi-komputer-terbaru-dan-tercanggih-yang-super-banget/28413/ (diakses pada 11 Oktober 2015, 15.55 WIB)
http://dhedee29.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/39215/organisasi+dan+arsitektur+komputer.pdf

# SIP Sistem Informasi Psikologi

Informasi bukanlah hal yang asing lagi bagi kita. Setiap hari kita mendapatkan informasi melalui berbagai macam sumber. Informasi merupakan hal yang sangat penting karena dapat memberikan pengetahuan terhadap berbagai macam bidang ilmu termasuk psikologi. Untuk lebih memahami menganai informasi dan system informasi psikologi ada baiknya jika kita menguraikannya.

1.      Sitem Informasi.
Informasi merupakan data yang telah diproses menurut sekumpulan aturan dan telah memiliki arti atau nilai. Infromasi menurut sumbernya dibagi menjadi 2, yaitu sumber primer dimana informasi didapatkan secara langsung melalui wawancara, observasi, survey dan lainlain. Lalu ada juga sumber sekunder dimana informasi didapatkan secara tidak langsung seperti melalui artikel, jurnal, publikasi, dan lain-lain.
Informasi yang terkumpul akan membentuk system informasi. Sistem merupakan kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem informasi merupakan seperangkat komponen untuk mengumpulkan, mengirim, menyimpan, dan memproses data yang saling terorganisir untuk meberikan informasi. (Zwass, 1998)
Sistem informasi tersebut terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, komponen model, komponen output, komponen teknologi, komponen hardware, komponen software, komponen basis data, dan komponen kontrol. Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
1.      Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini termasuk metode
dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumendokumen dasar.
2.      Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yag sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.      Komponen output
Hasil dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem.
4.      Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi, Teknologi digunakan untuk
menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, neghasilkan dan
mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
5.      Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi.
Yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari sistem informasi.
6.      Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah,menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
7.      Komponen basis data
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di pernagkat keras komputer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management System).
8.      Komponen kontrol
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api, te,peratur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya. Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa halhal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa system informasi merupakan informasi yang terdiri dari seperangkat komponen yang mengumpulkan, mengirim, menyimpan, dan memproses data yang saling terorganisir untuk meberikan informasi.

2.      Psikologi
Kata psikologi berasal dari kata psyche artinya jiwa dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Jadi psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa (Basuki, 2008). Selain itu beberapa tokoh juga telah mendefinisikan psikologi. Seperti Wundt yang mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang kesadaran manusia, Woodworth dan Marquis yang mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari aktivitas manusia (motorik, kognitif, dan emosional), dan Branca yang mendefinisikan psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia.

Dari kedua uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi merupakan informasi yang terdiri dari seperangkat komponen yang mengumpulkan, mengirim, menyimpan, dan memproses data yang saling terorganisir untuk meberikan informasi kesadaran dan aktivitas serta perilaku manusia.



 Daftar referensi
Basuki, A. M. Basuki. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Gunadarma
Zwass, Vladimir. (1998).Information Systems. Singapore: McGraw-Hill
http://apr1l-si.comuf.com/SI.pdf (diakses pada 11 Oktober 2015, 17. 23 WIB)

# SIP Etika Menulis Artikel Online


“… belakangan ini semakin marak muncul hujatan-hujatan di media sosial yang seakan-akan berdalih memberikan saran dan kritikan terhadap pihak yang mereka anggap perlu dikritik.
Namun yang terjadi, bukannya kritikan dan saran yang diberikan. Melainkan banyak hujatan yang merebak di media sosial. Terbukti, belakangan ini banyak muncul akun anonim di media sosial.”


-Bramantyo, Okezone.com-
Kasus-kasus serupa seperti artikel diatas sangat marak terjadi, bukan hanya di media sosial bahkan juga terjadi di dalam artikel-artikel. Sharon Scull (dalam Prasetya, 2005) mengatakan bahwa artikel merupakan suatu bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana, dan mengapa fenomena alam atau sosial tersebut dapat terjadi. Suatu artikel kadang-kadang juga menawarkan suatu alternative bagi pemecahan suatu masalah.
Maka penting dan sudah seharusnya jika dalam membuat artikel penulis harus melihat isi artikel yang mereka buat. Prasetya (2005) dalam menulis artikel, penulis harus memperhatikan sifat khalayak dan media, dan isi artikel harus actual. Tetapi selain itu penulis juga tidak boleh melupakan etika ketika membuat sebuat artikel.
Secara singkat, etika berasal dari bahasa yunani ethos dalam bentuk tunggal yang berarti tempat tinggal, padanfg rumput, kandang, adat, kebiasaan, watak, perasaan sikap, dan cara berpikir. Sementara ta etha dalam bentuk jamak berarti adat kebiasaan. Dari arti kata tersebut dapat disimpulkan bahwa etika dapat definisikan sebagai ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu mengenai adat kebiasaan. (Bertens, 2004). Etika berkaitan dengan berbagai masalah nilai karena etika pada dasarnya membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan predikat nilai “susila” dan tidak susila, “baik dan buruk”. (Kaelan, 2010)
Dalam dunia maya, etika sering disebut sebagai netiquette. Netiquette merupakan kode etik perilaku yang tidak baku mengenai apa yang boleh dan tidak diperbolehkan dalam berinternet (Einstein,1996). Secara lebih jelas. Netiquette adalah singkatan dari “network etiquette” atau “internet etiquette”. Secara mudah. Netiquette (Netiket) adalah etiket di jaringan dunia maya. Etiket tersebut dibawa pada saat menggunakan internet, dari email yang bersifat personal hingga forum digital seperti forum board, social networking, chat dan sebagainya. Sama seperti halnya sebuah komunitas, forum digital juga mempunyai aturan dan tata tertib tertentu, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas internet. (DMD Binus)
Jadi, sebagai penulis artikel penting sekali untuk tidak melupakan etika dalam menulis. Karena artikel yang ditulis merupakan sumber informasi bagi orang banyak. Penulis harus bisa memberika informasi yang benar dan sesuai aturan agar dapat memberikan hal yang bermanfaat bagi para pembacanya.



Daftar referensi
Bertens, K. (2004). Etika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama
Bramantyo. (2015). Marak Hujatan di Medsos, Ganjar Usulkan Polisi Komunikasi. http://news.okezone.com/read/2015/10/11/512/1229982/marak-hujatan-di-medsos-ganjar-usulkan-polisi-komunikasi. (diakses pada 11 Oktober 2015,16.57 WIB)
DR. Kaelan, M.S. (2010). Pendidikan pancasila. Yogyakarta: Paradigma
Einstein, David. (1996). America online for busy people. California: McGraw-Hill
Prasetya, Daru. (2005). Rahasia menulis di media massa. Yogyakarta: DIGLOSSIA
http://dmd.binus.ac.id/2012/06/netiquette/ (diakses pada 7 Oktober 2015, 21.22 WIB)

Selasa, 20 Januari 2015

Stress dan Konflik Dalam Manajemen

Dalam suatu organisasi pasti terdapat bebagai macam orang dengan berbagai sifat dan kebutuhan. Tingkat toleransi terhdap tekanan mereka pun berbeda-beda. Ketika stress terjadi, kinerja pun akan menurun dan mengganggu aktifitas organisasi. Begiu pula dengan konflik yang dapat terjadi karena kebutuhan tiap individu yang saling tumpang tindih dalam organisasi. Maka dari itu, kali ini saya akan membahas stress dan konflik yang terjadi dalam suatu manajemen

Stress
Kata stress bermula dari kata latin yaitu “Stringere” yang berarti ketegangan dan tekanan. Stress merupakan suatu yang tidak diharapkan yang muncul karena tingginya suatu tuntutan lingkungan pada seseorang. Keseimbangan antara kemampuan dan kekuatan terganggu. Bilamana stress telah mengganggu fungsi seseorang, dinamakan distress. Distress kebanyakan dirasakan orang jika situasi menekan dirasakan terus-menerus (tugas yang berat atau tugas yang dikakukan karena tugas dilakukan dengan situasi yang tidak kondusif atau stress yang dilakukan dengan dasar rasa trauma).
Adapun hal-hal yang menjadi sumber penyebab terjadinya stress adalah sebagai berikut :
1.      Faktor Lingkungan
1.      Ketidakpastian ekonomi
misalnya orang merasa cemas terhadap kelangsungan pekerjaan mereka.
2.      Ketidakpastian  politik
misalnya adanya peperangan akibat perebutan kekuasaan.
3.      Perubahan teknologi
misalnya dengan adanya alat-alat elektronik dll, munculnya bom dimana-mana.

2.      Faktor Organisasional
1.      Tuntutan tugas
misalnya desain pekerjaan individual, kondisi pekerjaan, dan tata letak fisik  pekerjaan.
2.      Tuntutan peran
misalnya ada peran beban yang berlebihan dalam organisasi.
3.      Tuntutan antarpersonal
misalnya tidak adanya dukungan dari pihak tertentu atau terjalin hubungan yang buruk.

3.      Faktor Personal
1.      Persoalan keluarga
misalnya kesulitan dalam mencari nafkah dan retaknya hubungan keluarga.
2.      Persoalan ekonomi
misalnya apa yang dimilikinya tidak memenuhi apa yang didambakan.

Stress tersebut dapat ditangani dengan manajemen stress. Manajemen stress adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia) secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari manajemen stress itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu itu agar menjadi lebih baik.
Ada dua pendekatan dalam manajemen stress, yaitu :
1.      Pendekatan Individual
Pendekatan yang dipusatkan pada individu yang bersangkutan. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan cara penerapan manajemen waktu, penambahan waktu olah raga, pelatihan relaksasi, dan perluasan jaringan dukungan sosial.

2.      Pendekatan Organisasional
Pendekatan ini berpusat pada lingkungan kerja organisasi yang bersangkutan. Biasanya dilakukan dengan menciptakan iklim organisasional yang mendukung, penyeleksian personel dan penempatan kerja yang lebih baik, mengurangi konflik dan mengklarifikasi peran organisasional, penetapan tujuan yang realistis, pendesainan ulang pekerjaan, perbaikan dalam komunikasi organisasi, membuat bimbingan konseling.

Selain itu ada pula pendekatan individual terhadap stress. Hal ini dilakukan dengan cara relaksasi dan meditasi.

Konflik
Konflik adalah suatu pertentangan yang terjadi antara apa yang diharapkan oleh seseorang terhadap dirinya, orang lain, organisasi dengan kenyataan apa yang diharapkannya. Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing.
Faktor-faktor yang mempengaruhi konflik
Faktor-faktor yang mempengaruhi konflik dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu faktor intern dan factor ekstern.
1.      Faktor intern
1.      Kemantapan organisasi
Organisasi yang telah mantap lebih mampu menyesuaikan diri sehingga tidak mudah terlibat konflik dan mampu menyelesaikannya. Analoginya dalah seseorang yang matang mempunyai pandangan hidup luas, mengenal dan menghargai perbedaan nilai dan lain-lain.
2.      Sistem nilai
Sistem nilai suatu organisasi ialah sekumpulan batasan yang meliputi landasan maksud dan cara berinteraksi suatu organisasi, apakah sesuatu itu baik, buruk, salah atau benar.
3.      Tujuan
Tujuan suatu organisasi dapat menjadi dasar tingkah laku organisasi itu serta para anggotanya.
4.      Sistem lain dalam organisasi
Seperti sistem komunikasi, sistem kepemimpinan, sistem pengambilan keputusan, sistem imbalan dan lain-lain. Dlam hal sistem komunikasi misalnya ternyata persepsi dan penyampaian pesan bukanlah soal yang mudah.
2.      Faktor ekstern
1.      Keterbatasan sumber daya
Kelangkaan suatu hal yang dapat menumbuhkan persaingan dan seterusnya dapat berakhir menjadi konflik.
2.      Kekaburan aturan/norma di masyarakat
Hal ini memperbesar peluang perbedaan persepsi dan pola bertindak.
3.      Derajat ketergantungan dengan pihak lain
Semakin tergantung satu pihak dengan pihak lain semakin mudah konflik terjadi.
4.      Pola interaksi dengan pihak lain
Pola yang bebas memudahkan pemamparan dengan nilai-nilai ain sedangkan pola tertutup menimbulkan sikap kabur dan kesulitan penyesuaian diri.

Manajemen Konflik dapat dilakukan dengan cara:
1.      Pemecahan masalah (Problem solving)
2.      Tujuan tingkat tinggi (Lipsordinate Goal)
3.      Perluasan sumber (Expansion of Resources)
4.      Menghindari konflik (Avoidance)
5.      Melicinkankan konflik (Smoothing)
6.      Kompromi (Compromise)
7.      Perintah dari wewenang ( Authoritative Commands)
8.      Mengubah variabel manusia (Alteringthe Human Variables)
9.      Mengubah varabel structural (Altering the Structural Variables)
10.  Mengidentifikasi musuh bersama (Indetifying a Common Enemy)

Para manajer dan karyawan memiliki beberapa strategi dalam menangani dan menyelesaikan konflik. Strategi tersebut antara lain adalah:
1) Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”
2) Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.
3) Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.
4) Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.
5) Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
1.      Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
2.      Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

Sumber
Yunita, Kho. 10 desember 2013. “Stress dalam organisasi”. https://khoyunitapublish.wordpress.com/2013/12/10/makalah-stress-dalam-organisasi/ (diakses 20 Januari 2015)
Ossy. 12 Mei 2010. “Manajemen konflik dan stress kerja”. http://ossy-strees-iseng.blogspot.com/2010/05/sadness-hollow-loveless.html. (diakses 20 Januari 2015)